يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ NURUL QOLBI

nurul qolbi



MARI BERGABUNG DALAM KAJIAN TEBAR PESONA ISLAM RAIH INDAH NYA IMAN

شاہ مدینہ (ص) شاہ مدینہ (ص)۔ یثرب کے والی سارے نبی تیرے در کے سوالی شاہ مدینہ (ص) شاہ مدینہ (ص)۔ جلو

Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 14 Juni 2010

Hal ini karena Rasulullah diutus untuk mendidik manusia menjadi makhluk yang berakhlak mulia dan lepas dari kesesatan. Allah SWT berfirman,
“Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” ( Qs. al-Baqarah:151) . Read More...

Masyarakat Jahiliah

Diantara pembaca mungkin telah banyak yang pernah mendengar dan membaca istilah itu, dan banyak pula yang telah mengerti bahwa yang dimaksud dengan istilah jahiliah adalah keadaan bangsa arab yang hidup pada masa sebelum diutusnya Nabi Muhammad saw.

Jika kita kembali membuka kitab-kitab lughat (kamus) bahasa arab, istilah jahiliyah berarti 'kebodohan' yaitu golongan penyembahan patung dan mengikuti hawa nafsu yang sesat ditanah arab pada masa sebelum islam; dan dalam arti yang lebih luas adalah hal ikhwal bangsa arab pada masa sebelum islam datang kepada mereka. Akan tetapi , menurut ensiklopedia bahasa arab, yang dimaksud dengan jahiliyah itu adalah 'keadaan manusia sebelum dibangkitkannya Muhamad Rasulullah saw, jelasnya golongan manusia yang hidup pada masa sebelum kedatangan Nabi Muhamad saw, sementara mereka itu sudah tidak mengikuti syariat para nabi Allah yang pernah datang kepada mereka masing-masing. Read More...

Menakar Nilai Keimanan

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong”. ( Qs. : Ali Imran : 91 ).

Seorang hamba hanya akan selamat dari azab Allah di akhirat apabila ia meninggal dengan membawa iman. Meninggal dalam keadaan kafir artinya dalam keadaan tidak beriman. Seseorang yang meninggal dalam keadaan tidak beriman tidak akan terbebas dari adzab Allah meskipun ia menebus dirinya dengan emas sepenuh bumi. Hal ini menunjukkan bahwa nilai iman lebih berharga dibandingkan dengan nilai emas yang sepenuh bumi. Read More...

Tidak ada komentar: